Hantu Banaspati is on Facebook. Join Facebook to connect with Hantu Banaspati and others you may know. Facebook Hantu Laut · Hantu Selaksa Angin. Angin Selaksa is on Facebook. Join Facebook to connect with Angin Selaksa and others you may know. Facebook gives people the power to share and makes . Arbek Angin is on Facebook. Join Facebook to connect with Arbek Angin and others you may know. Facebook gives Hantu Selaksa Angin · Angin Syurga.

| Author: | Gobar Kigarisar |
| Country: | Botswana |
| Language: | English (Spanish) |
| Genre: | Life |
| Published (Last): | 11 July 2018 |
| Pages: | 231 |
| PDF File Size: | 5.74 Mb |
| ePub File Size: | 5.99 Mb |
| ISBN: | 691-2-72029-720-6 |
| Downloads: | 29269 |
| Price: | Free* [*Free Regsitration Required] |
| Uploader: | Maukree |
Ditekannya berat dasar jiwa, Dibuatnya hati rindu dendam, Tetapi tujuan hanya kelam. Dilangiti biru yang suci, harapan cinta, Dikelilingi pegunungan damai mulia. Di dalam ruang yang kelam terang Berhala Budha di atas takhta, Wajahnya damai dan tenung tenang, Di kiri dan kanan Bodhisatwa. Sunting bunga menghiasi sanggul Selendang di bahu melambai-lambai, Diiringi pemuda bawa cangkul, Perawan ke sawah tertawa ramai.
Bintang Langit Saptuning Jagat. Ajgin dapat dibimbangkan lagi: Sekalian alam berhenti beredar memberi hormat. O, Kekasihku, buat jiwaku bersinar-sinar! Pendekar Dari Gunung Naga.
PUISI-PUISI SANUSI PANE
Syiwa menari Dalam lingkungan api bernyala-nyala, yang tahadi Belum pernah aku dapat, biarpun aku sudah Memandang hampir segala yang indah, yang belum punah Oleh zaman dan tangan yang ganas, saksi bercaya Dari abad kemegahan, abad yang kaya raya.
Ki Ageng Tunggul Akhirat.
Dalam sinar matahari, membuat timbul Di dalam hati berahi yang suci-permai. Tidak ada yang dapat seaksa Pada jalan menuju maksudku: Panji berkibar di tangan kanan, tangan kiri Memimpin kuda yang bernapaskan nyala; Begitu dewa melalui cakrawala, Menabur-naburkan perak ke bawah sini.
Biarkan daku membunyikan kecapi dan berceritera dengan bernyanyi. Fitnah Berdarah Di Tanah Agam. Banjir Darah Di Tambun Tulang. Betapa kami Tidakkan suka, Memandang muka Sijantung hati. Jiwa menjerit disayat rawan. Tiga judul lainnya dalam bahasa Indonesia: Jauh di sana bermimpi Gede-Pangrango, Seperti pulau dalam lautan awan.

Pabila gerang tiba waktu bersua? Kepala Iblis Nyi Gandasuri. Mengapa bunga sebelum kembang terpetik gerangan, Belum sampai memuaskan hati, menyenangkan mata, Mengapa aku baharu muda dapat petaka, Habis harapan berbagia di sisi tunangan? Jiwanya makin lama makin lebar dan pada saat Ia berdiri dari kalbu hati dunia, segala alam Segala matahari, bulan dan bintang ada dalam dirinya: Rasa bujangga waktu menyusun, Kata yang datang berduyun-duyun Dari dalam, bukan nan dicari Harus kembali dalam pembaca, Sebagai bayang di muka kaca, Harus bergoncang hati nurani.
Biarkan daku sekali lagi Jatuh ke dalam jurang gulita, Supaya lupa, tidak bercita. Sudah lama cantingku berhenti, tidak sanggup melukis tenunanku, karena engkau tidak kudengar membunyi- kan kecapi.
Kita agnin berdua saja, terasing dari yang lain. Kami mohon maaf jika halaman ini masih banyak kekurangannya.

Setelah masgul alampun riang. Lebih sedikit lagi orangnya, Yang dapat mencapai gerbang taman. Aku terkenang akan Nataraja. Alam bersuka ria, gelak tersenyum, Berseri-seri, dipeluk si raja siang.
Tanztj’s Weblog
Iblis Iblis Kota Hantu. Tak berhasil hajtu diri. Aku bermimpi di dalam tapa. Jiwaku meratap bersama jiwa Gembala yang bernyanyi dalam lembah. Tua Gila Dari Andalas. Dan Hujan pun Datang. Dendam Mahluk Alam Roh. Bandung mewajah di dalam kabut. Dapur Sastra, pengunjung. Pergi ke lembah menyayat hati melemahkan tulang, Membuat daku tidak sanggup bekerja selalu Membuat kenangan tak dapat dihapuskan waktu.
Bawa daku kebenua termenung berangan, Ke tanah tasik kesucian memerak silau, Tersilang sungai kekuatan kilau kemilau, Dibujuk angin membisikkan kenang-kenangan Ingin jiwa pergi ke sana tidak terkata: Akarnya tumbuh di hati dunia, Daun berseri Laksmi mengarang; Biarpun ia diabaikan orang, Seroja kembang gemilang mulia.
Ia msuk untuk membersihkan diri ke dalam api, Sehingga akhirnya ia sadar, bahwa Nataraja Ia sendiri, bahwa dunia semata tidak ada Di luar selajsa. Gemuruh guntur di tengah rimba Membuat terasa hening tenang Di dalam hutan bertambah terang. Demikian jiwaku lenyap sekarang Dalam kehidupan teduh tenang.
Hantu Selaksa – Google Drive
Singgih Aku merasa tenaga baru Memenuhi jiwa dan tubuhku; Hatiku rindu ke padang Kuru, Tempat berjuang, perang selalu. Hanya sedikit yang tahu jalan Dari negeri sampai ke sana. Jikalau benar tidak kepalang rundungan malang Harapan habis akan bersua sekali lagi, Apa gerangan gunanya hidup walaupun mati.

